Jumat, 10 April 2015

Passive Voice


Passive Voice

Passive voice adalah kalimat pasif yang didalamnya terdapat subjek dalam kalimat passive voice dikenai atas sebuah pekerjaan. Biasanya dibahasa Indonesia kalimat pasif diikuti oleh prefix.


Kalimat passive voice dalam bahasa Inggris tidak semudah kalimat aktif, kalimat passive tergantung kepada jenis tense yang dipakai. Kalimat passive voice merupakan bagian dari grammar yang sangat penting dipelajari. Mempelajari passive voice membantu dalam praktek conversation.

Rumus Passive Voice : TO BE + V3 , ada beberapa tenses dalam passive voice. 


TENSES Contoh subjek To Be/+Auxiliary Verb 3
Tunggal  Jamak  Tunggal  Jamak 
Simple Present I  They  am  are Washed
Simple Past  I  They  was  were  Crossed
Simple Future  I  They  will be  were being  Warned 



           Simple Present adalah suatu bentuk kata kerja untuk menyatakan fakta, kebiasaan, atau kejadian yang terjadi saat ini, terdiri dari kalimat statement (pernyataan), Negative (negatif), Interoggative (pertanyaan)
              
              Simple Past adalah suatu bentuk kata kerja yang menunjukan dimana suatu kejadian terjadi dimasa lampau.
             Simple Future adalah suatu bentuk kata kerja yang dimana suatu kejadian atau aksi terjadi dimasa depan
           
Contoh Kalimat :
·          
      Contoh Kalimat Simple Present

She always washes her face before going to bed.
(dia selalu mencuci mukanya sebelum tidur)


·         Contoh Kalimat Simple Past

She crossed over the bridge by motorcycle last night
(ia menyebrangi jembatan dengan sepeda motor kemarin malam)


·         Contoh Kalimat Simple Future
You will always be in my heart forever and ever. 
(kamu akan selalu ada di dalam hatiku selama-lamanya)
SUMBER :
http://www.materibahasainggris.com/passive-voice-kalimat-pasif-dalam-bahasa-inggris/
http://inggrisonline.com/pengertian-rumus-simple-future-tense-fungsi-dan-contoh-kalimat/
 

Rabu, 11 Maret 2015

Definisi TOEFL dan TOEIC



TOEFL

        TOEFL adalah singkatan dari Test Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Test ini dirangcang atau diadakan untuk mengukur kemampuan bahasa inggris seseorang. TOEFL sebelumnya bernama CAL (Pusat Linguistik Terapan) yang berbasis di Washington DC dan didirikan pada tahun 1959. Direktur pertama CAL adalah Charles A. Ferguson (1921-1998) yang pernah menjadi seorang professor di Universitas Havard.  Salah satu awal proyek Charles A. Ferguson ini adalah pengembangan test yang akan mengukur perintah bahasa yang ESL ( Bahasa Inggris-as-a-Second-Language). Charles A. Feguson dan peneliti mengembangkan tes TOEFL selama 5 tahun pertama. TOEFL pertama kali diambil oleh pusat pada tahun 1964.

A.    PENGERTIAN TOEFL

TOEFL (Test of English as Foreign Language) adalah sebuah standarisasi kemampuan bahasa inggris untuk seseorang secara tertulis yang meliputi aspek penguasaan yaitu berupa : Listening, Writing dan Reading, tes ini dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga nirbala yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1964. Dari semua penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675. Ada tiga macam test TOEFL :
1.      PBT TOEFL
Yaitu test TOEFL yang menggunakan lembar jawaban berupa kertas. Ini merupakan
sistem test pertama yang dikeluarkan oleh ETS. Dalam PBT, test yang dilakukan meilputi test listening, structure, dan reading.

2.      CBT TOEFL
Yaitu test yang tidak menggunakan lagi kertas sebagai lembar jawaban, semua test dilakukan dengan menggunakan computer atau software tertentu. Sistem ini muncul pada tahun 1998. Kemampuan yang diujikan berupa listening, structure, reading, dan writing.



3.       iBT TOEFL

Yaitu test TOEFL yang paling populer dan banyak digunakan. Sistem ini juga berbasis computer. Hanya saja ini terhubung dengan jaringan internet.
 B.     TUJUAN TEST TOEFL

TOEFL memiliki dua tujuan umum yaitu tujuan akademik dan general. Tujuan akademik TOEFL adalah untuk tujuan pendidikan, peneltian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis diluar negri, ataupun di Indonesia. Tujuan general digunakan pada umumnya untuk bidang pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Test TOEFL bertujuan untuk Mahasiswa atau pekerja yang akan menjalani kuliah atau tugas diluar negri seperti biasanya Amerika Serikat, Canada, maupun Australia. Nilai TOEFL yang dibutuhkan adalah untuk paska sarjana.

TOEIC
TOEIC adalah singkatan dari Test of English for International Communication. TOEIC digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa inggris seseorang dalam penggunaan bahasa inggris di dunia kerja internasional. ETS (Educational Testing Service) tes TOEIC untuk mengukur kemampuan bahasa inggris dalam dunia bisnis yang digunakan secara internasional. Figur utama pencetus  TOEIC ini adalah seseorang berkebangsaan Jepang, Yasuo Kitoka. Test TOEIC yang dikembangkan oleh ETS mulai dikembangkan kembali pada tahun 1977 dan Test TOEIC ini pertama kali dilakukan di Jepang pada tahun 1979.
Test TOEIC memiliki dua bentuk test yaitu Listening dan Reading, biasanya durasi untuk test TOEIC ini berlangsung selama test masing masing berjalan. Listening berdurasi 45 menit dan untuk Reading berdurasi 75 menit.

KESIMPULAN
            Test TOEFL dan Test TOEIC adalah suatu metode untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Inggris yang awalnya tidak bisa berbahasa inggris, dan TOEFL ini adalah test dimana seseorang ingin melanjutkan pendidikan diluar negri melainkan dengan TOEIC adalah test untuk seseorang melanjutkan tugas atau bisnis atau pekerjaan diluar negri.



Kamis, 25 Desember 2014

Malasah Remaja Didaerah Ambon dalam Penyalahgunaan Narkoba



Masalah Remaja Di daerah Ambon Dalam Penyalahgunaan Narkoba

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Narkotika dan obat-obatan terlarang (NARKOBA) atau narkotik, piskotropika, dan zat adiktif(NAPZA) adalah bahan atau zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan atau psikologis seseorang (pikiran, perasaaan, dan prilaku) serta dapat menibulkan ketergantungan fisik dan psikologi.

Narkotika menurut UU RI No.22/1997,narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi-sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan,

Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotik yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

AMBON-PPID, masalah penyalahgunaan narkoba masih merupakan hal yang bersifat urgent, dan kompleks, dimana dalam kurun waktu satu decade terakhir permasalahan ini menjadi hal yang marak. “jumlah penyalahgunaan narkoba atau pecandu narkoba bertambah secara signifikan, seiring meningkatnya pengungkapan kasus tindakan kejahatan narkoba yang semakin beragam dan semakin masif jaringan sindikatnya”, kata Wakil Wali Kota Ambon M. A. S. Latuconsina, ST, MT dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekertaris Kota (Sekot) Ambon, A. G. latuheru, SH, M. Si diselah selah ceramah edukasi yang dilakasankan panitia Reuni 30 tahun alumni SMP Negri 4 Ambon.

Dia mengatakan, dampak penyalahgunaan narkoba tidak saja mengancam kelangsungan hidup dan masa depan penyalahguna namun, masa depan bangsa dan Negara tanpa membedakan strata sosial, ekonomi, usia, maupun tingkat pendidikan.

Menurut dia, salah satu kalangan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba adalah kalangan remaja. Penyebab yang mempengaruhi perilaku seorang ramaja untuk dapat masuk dalam penyalahgunaan narkoba adalah factor pertemanan, perkembangan teknologi informasi, pengaruh budaya, serta gaya hidup hedonis.

“Kota Ambon sendiri pada tahun 2012, merupakan kota dengan urutan ke-2 di Indonesia sebagai kota pengguna narkoba dalam tahap coba-coba,” katanya.

Selain itu pengguaan narkoba juga dikenal rentan terhadap masalah kesehatan seperti HIV-AIDS, hepatitis, maupun Tuberkolusis, sebagai dampak dari pengguna jarum suntik yang tidak seteril secara bergantian.

Melihat Berbagai dampak Negatif yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba maka pemerintah bersama Stickholder lainnya perlu bersinergi untuk melaksanakan berbagai bentuk kegiatan yang sifatnya pembinaan dan edukasi tentang bahaya narkoba bagi para remaja.

“salah satu bentuk pembinaan dimaksud adalah kegiatan caramah edukasi narkoba yang kita laksanakan disaat ini. untukk itu saya memberi apresiasi positif bagi panitia reuni ke-30 alumni SMP Negri 4 Ambon yang telah melaksanakan kegiatan ini,” tandasnya.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Seberapa besar masalah penyalahgunaan narkoba yang terjadi dikalangan remaja yang berada di Ambon ?
2.      Bagaimana pemerintah menanggulangi permasalahan narkoba dikalangan remaja Ambon ?
3.      Apa saja kesulitan pemerintah untuk menanggulangi masalah narkoba dikalangan remaja yang terjadi di Ambon ?

1.3  Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bahaya narkoba dikalangan remaja yang berada di Ambon.
2.      Untuk mengetahui usaha-usaha pemerintah ambon dalam menanggulangi masalah remaja yang menyangkut narkoba.
3.      Untuk mengetahui kesulitan ataupun halangan yang dihadapi oleh pemerintah Ambon dalam mengatasi masalah narkoba dikalangan remaja Ambon.

1.4  Manfaat Penelitian
Tulisan ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembaca khususnya remaja mengenai berbagai permasalaan yang dihadapi remaja Ambon mengenai narkoba dan bagaimana cara pemerintah menanggulangi permasasalahan narkoba dikalangan remaja Ambon penulis berharap tulisan ini dapat memberi atau menambah wawasan untuk para pembaca khususnya pada akademik dan mahasiswa.

1.5  Sistematika penulisan
Sistematika dalam proposal penelitian dibagi menjadi tiga bab, setiap bab terbagi atas beberapa sub bab, sistematika ini dibuat dengan maksud mendapatkan gambaran umum atau keseluruhan tentang isi proposal penelitian ini, serta masalah pokok dengan lebih terperinci sehingga lebih mudah dipahami dan dimengerti. Sistematika penulisan ilmiah ini adalah sebagi berikut :
BAB I        : Pendahuluan bab pertama ini menguraikan  latar belakang masalah, rumusan masalah,                      tujuan penelitian, manfaat penelitan, dan sistematika penulisan yang merupakan      
                    gambaran umum dari keseluruhan bab.
BAB II       : Tinjauan pustaka dalam bab 2 ini akan dijelaskan bagaimana pemerintah    
                    Menganggulangi permasalahan narkoba yang terjadi dikalangan remaja Ambon, Apa         
                    saja kesuliatan pemerintah dalam menanggulangi masalah narkoba dikalangan remaja
                    Ambon.
BAB III      : Metode penelitian ini dalam bab ini akan dijelaskan mengenai akan dijalaskan       
                    mengenai metode pengumpulan data dan objek penelitan
BAB IV     : Penutup pada bab ini, penulis mencoba untuk memberikan berbagai kesimpulan    
                    berdasarkan ini dari yang telah diuraikan dari Bab I sampai dengan Bab III serta    
                    beberapa saran dengan harapan dapat bermanfaat bagi pembaca maupun penulis.