Selasa, 19 Mei 2015

Conditional sentences type 1,2,3

Conditional Sentences Type 1
Conditional Sentences Type 1 adalah conditional yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) memiliki kemungkinan untuk terwujud dimasa depan karena condition-nya realistic untuk dipenuhi. Dalam Konteks type 1 ini, kita akan berbicara mengenai masa depan. Membicarakan pengandaian masa depan memang sering dilakukan.
Beberapa contoh conditional sentences type 1
1.      Struktur : if + simple present tense + subject + will + verb
Jika
Kondisi
Hasil

present simple
Will + base verb
if
I see Tyas
I will call him
if
it rains tommorow
will you stay in my house ?
if
Tyas not sick tommorow
I will invite her to my birthday party


           


2.      Struktur : will + base verb + if + simple present tense
Hasil
Jika
Kondisi
Will + base verb

Present simple
I will call Tyas
if
I see her
Will you stay in my house
if
it rains tommorow
I will invite Tyas to my party birthday
if
She not sick tommorow


Conditional Sentences Type 2

               Second Conditional sentences adalah  conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak memiliki atau hanya sedikit kemungkinan untuk terwujud karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi dimasa sekarang (present unreal situation) atau condition-nya sulit untuk dipenuhi di masa depan (unlikely to happen).
               Conditional sentence type 2 digunakan untuk menyatakan peristiwa yang tidak mungkin terjadi karena syaratnya tidak mungkin terpenuhi. Kalimat ini digunakan untuk membicarakan fakta yang bertolak belakang dengan masa sekarang.
RUMUS = If + past tense, would + verb I

Contoh:
1.      If I were you, I would be very angry. (Jika saya menjadi kamu, saya akan sangat marah.)

            Fact: I’m not you, so I’m not very angry. (Saya bukan kamu, sehingga saya tidak sangat marah.)

2.      If I were Superman, I would fly to the Moon.(Jika saya menjadi Superman, saya akan terbang ke Bulan.)

            Fact: I’m not Superman, so I don’t fly to the Moon. (Saya bukan Superman, sehingga saya tidak terbang ke Bulan.)

3.      If I married Anna, I would be very happy. (Jika saya menikahi Anna, saya akan sangat senang.)

            Fact: I don’t marry Anna, so I’m not very happy. (Saya tidak menikahi Anna, sehingga saya tidak sangat senang.)

Conditional sentences type 3

               Conditional sentence type 3 atau third conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak ada kemungkinan terwujud karena condition-nya harus sudah dipenuhi di masa lalu.

RUMUS = if + condition, result/consequence
Contoh kalimat :

1.      If you had remembered to invite me, I would have attended your party ( Jika kamu ingat mengundang saya, saya akan hadir dipestamu )
2.      If I had given the interviewer really good answer, I might have got a higher position than you ( Jika saya member jawaban yang benar- benar bagus ke pewawancara, saya mungkin mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari kamu)

               http://www.Belajarbahasainggrisonline.net/
               http://www.materibahasainggris.com/

                       
              

               

Rabu, 06 Mei 2015

Passive voice The Legend of Mt. Slamet and Ki Semar

The Legend of Slamet and Ki Semar
           
            A long time ago, Slamet Mountain was very high. It was so high that it could reach the sky. People heard that they could take the stars if they were on top of the mountain. But no one dared to go there.
The people were afraid that the gods in heaven would be angry if people took the stars. However, the beauty of the stars made some monkeys dared to go to the top of the mountain. Led by their king, they went there and took some stars. Then, the sky became dark at night. People were sad and the gods were angry!
Batara Guru was the leader of the gods. He held a meeting. He invited Batara Narada, Batara Brama, Batara Bayu, and others. Batara Narada had an idea how to stop the monkeys. They would ask Ki Semar to help them.
Ki Semar was actually one of the gods. He was even older than Batara Guru. But Ki Semar did not live in heaven. He lived on earth with his children, Gareng, Petruk, and Bagong. Ki Semar had a great supernatural power. He could cut the top of the mountain easily. But first, he wanted to give a lesson to the naughty monkeys. They had to be punished for stealing the stars. He then set a plan with his children to trap the monkeys.
Gareng then went to the top of the mountain. He had to attract the monkeys to go down by giving them some bananas. It worked! The monkeys followed Gareng.
After the monkeys left the top of the mountain, Ki Semar immediately cut the top of the mountain. He threw the biggest part to Cirebon. It became Ceremai Mountain and the small parts became small mountains, like Clirit Mountain, Tapak Mountain, and others.
After the monkeys left the mountain and followed Gareng, Petruk was ready with some hot water. He planned to pour the hot water over the monkeys. He waited and waited but the monkeys never came to him. He did not know that while the monkeys chased Gareng, they met a giant dragon. The monkeys will fight with the dragon. It was so terrible that both the monkeys and the dragon finally died.
Because of tired waiting for the monkeys, Petruk then left the place. He did not bring his hot water and left it there. People then named the place where Petruk left his hot water as Guci. It is about 50 kilometers from Tegal, Central Java. It is famous for its hot water.

1.       the beauty of the stars made some monkeys dared to go to the top of the mountain.
Kalimat diatas merupakan kalimat passive voice present tense
2.      Ki Semar was actually one of the gods.
Kalimat diatas merupakan kalimat passive voice simple past tense
3.      The monkeys will fight with the dragon

Kalimat diatas merupakan kalimat passive voice simple futute tense

Jumat, 10 April 2015

Passive Voice


Passive Voice

Passive voice adalah kalimat pasif yang didalamnya terdapat subjek dalam kalimat passive voice dikenai atas sebuah pekerjaan. Biasanya dibahasa Indonesia kalimat pasif diikuti oleh prefix.


Kalimat passive voice dalam bahasa Inggris tidak semudah kalimat aktif, kalimat passive tergantung kepada jenis tense yang dipakai. Kalimat passive voice merupakan bagian dari grammar yang sangat penting dipelajari. Mempelajari passive voice membantu dalam praktek conversation.

Rumus Passive Voice : TO BE + V3 , ada beberapa tenses dalam passive voice. 


TENSES Contoh subjek To Be/+Auxiliary Verb 3
Tunggal  Jamak  Tunggal  Jamak 
Simple Present I  They  am  are Washed
Simple Past  I  They  was  were  Crossed
Simple Future  I  They  will be  were being  Warned 



           Simple Present adalah suatu bentuk kata kerja untuk menyatakan fakta, kebiasaan, atau kejadian yang terjadi saat ini, terdiri dari kalimat statement (pernyataan), Negative (negatif), Interoggative (pertanyaan)
              
              Simple Past adalah suatu bentuk kata kerja yang menunjukan dimana suatu kejadian terjadi dimasa lampau.
             Simple Future adalah suatu bentuk kata kerja yang dimana suatu kejadian atau aksi terjadi dimasa depan
           
Contoh Kalimat :
·          
      Contoh Kalimat Simple Present

She always washes her face before going to bed.
(dia selalu mencuci mukanya sebelum tidur)


·         Contoh Kalimat Simple Past

She crossed over the bridge by motorcycle last night
(ia menyebrangi jembatan dengan sepeda motor kemarin malam)


·         Contoh Kalimat Simple Future
You will always be in my heart forever and ever. 
(kamu akan selalu ada di dalam hatiku selama-lamanya)
SUMBER :
http://www.materibahasainggris.com/passive-voice-kalimat-pasif-dalam-bahasa-inggris/
http://inggrisonline.com/pengertian-rumus-simple-future-tense-fungsi-dan-contoh-kalimat/
 

Rabu, 11 Maret 2015

Definisi TOEFL dan TOEIC



TOEFL

        TOEFL adalah singkatan dari Test Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Test ini dirangcang atau diadakan untuk mengukur kemampuan bahasa inggris seseorang. TOEFL sebelumnya bernama CAL (Pusat Linguistik Terapan) yang berbasis di Washington DC dan didirikan pada tahun 1959. Direktur pertama CAL adalah Charles A. Ferguson (1921-1998) yang pernah menjadi seorang professor di Universitas Havard.  Salah satu awal proyek Charles A. Ferguson ini adalah pengembangan test yang akan mengukur perintah bahasa yang ESL ( Bahasa Inggris-as-a-Second-Language). Charles A. Feguson dan peneliti mengembangkan tes TOEFL selama 5 tahun pertama. TOEFL pertama kali diambil oleh pusat pada tahun 1964.

A.    PENGERTIAN TOEFL

TOEFL (Test of English as Foreign Language) adalah sebuah standarisasi kemampuan bahasa inggris untuk seseorang secara tertulis yang meliputi aspek penguasaan yaitu berupa : Listening, Writing dan Reading, tes ini dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga nirbala yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1964. Dari semua penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675. Ada tiga macam test TOEFL :
1.      PBT TOEFL
Yaitu test TOEFL yang menggunakan lembar jawaban berupa kertas. Ini merupakan
sistem test pertama yang dikeluarkan oleh ETS. Dalam PBT, test yang dilakukan meilputi test listening, structure, dan reading.

2.      CBT TOEFL
Yaitu test yang tidak menggunakan lagi kertas sebagai lembar jawaban, semua test dilakukan dengan menggunakan computer atau software tertentu. Sistem ini muncul pada tahun 1998. Kemampuan yang diujikan berupa listening, structure, reading, dan writing.



3.       iBT TOEFL

Yaitu test TOEFL yang paling populer dan banyak digunakan. Sistem ini juga berbasis computer. Hanya saja ini terhubung dengan jaringan internet.
 B.     TUJUAN TEST TOEFL

TOEFL memiliki dua tujuan umum yaitu tujuan akademik dan general. Tujuan akademik TOEFL adalah untuk tujuan pendidikan, peneltian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis diluar negri, ataupun di Indonesia. Tujuan general digunakan pada umumnya untuk bidang pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Test TOEFL bertujuan untuk Mahasiswa atau pekerja yang akan menjalani kuliah atau tugas diluar negri seperti biasanya Amerika Serikat, Canada, maupun Australia. Nilai TOEFL yang dibutuhkan adalah untuk paska sarjana.

TOEIC
TOEIC adalah singkatan dari Test of English for International Communication. TOEIC digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa inggris seseorang dalam penggunaan bahasa inggris di dunia kerja internasional. ETS (Educational Testing Service) tes TOEIC untuk mengukur kemampuan bahasa inggris dalam dunia bisnis yang digunakan secara internasional. Figur utama pencetus  TOEIC ini adalah seseorang berkebangsaan Jepang, Yasuo Kitoka. Test TOEIC yang dikembangkan oleh ETS mulai dikembangkan kembali pada tahun 1977 dan Test TOEIC ini pertama kali dilakukan di Jepang pada tahun 1979.
Test TOEIC memiliki dua bentuk test yaitu Listening dan Reading, biasanya durasi untuk test TOEIC ini berlangsung selama test masing masing berjalan. Listening berdurasi 45 menit dan untuk Reading berdurasi 75 menit.

KESIMPULAN
            Test TOEFL dan Test TOEIC adalah suatu metode untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Inggris yang awalnya tidak bisa berbahasa inggris, dan TOEFL ini adalah test dimana seseorang ingin melanjutkan pendidikan diluar negri melainkan dengan TOEIC adalah test untuk seseorang melanjutkan tugas atau bisnis atau pekerjaan diluar negri.